Kamis, 21 September 2017

Romansa Purworejo 2020


















http://www.radarjogja.co.id/romansa-purworejo-2020-tingkatkan-infrastruktur-daerah-wisata/

Gayung bersambut, ide yang ditulis tahun 2011 menuju purworejo yang eksis di tahun 2020 mendapatkan momentum untuk rencana diwujudkan di bidang pariwisata. Dari sisi SDM, persiapan untuk menuju kesuksesan program itu diperlukan  :

1.  Kesadaran masyarakat untuk welcome dan melayani, karena jika yang ditonjolkan adalah
     pariwisata, banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri akan datang ke wilayah
     Purworejo.
2.  Kreatifitas dari anggota masyarakat yang berkecimpung di bidang pariwisata baik secara
     fisik ataupun layanan.
3.  Feasibility dari ico-icon yang hendak ditampilkan harus feasible mengingat pembiayaan
     akan dilakukan pihak swasta, mengingat dana pemda terbatas.
4.  Sinergi yang kuat dari tempat wisata, penginapan, transportasi dan tidak lupa kuliner.
5.  Penguasaan bahasa asing , jika menargetkan wisatawan mancanegara.



Minggu, 25 Desember 2016

Ayo Ajak warga Kota Jakarta Pusat invest ke Kab.Purworejo







1.  Produk Domestik Regional Bruto atas harga berlaku Kab.Purworejo tahun 2014 adalah sebesar
     Rp. 9,64 triliun (Purworejokab.bps.go.id)
2.  Jumlah penduduk th. 2014 adalah   708.038 jiwa
3.  PDRB per kapita sebesar Rp. 13.621.706,-/tahun atau Rp. 1.135.142,-/bl.
4.  Produk Domestik Regional Bruto atas harga berlaku kota Jakarta pusat tahun 2014 adalah sebesar 
     Rp. 332,88 triliun  (jakpuskota.bps.go.id)
5.  Jumlah penduduk th. 2014 adalah   910.381 jiwa
6.  PDRB per kapita sebesar Rp. 365.649.107,-/th atau Rp. 30.470.758,-/bl.
7.  Jika biaya hidup warga jakarta pusat Rp. 10.000.000,-, kebutuhan lain Rp. 10.000.000,-,
     masih ada Rp.10.000.000,- untuk inuvestasi.
8.  Inilah yang dinamakan target pasar kita. 
9.  Ayo ajak warga jakarta pusat investasi di Kab.Purworejo.

Rabu, 30 April 2014

PRODUKTIF

Produktif adalah menghasilkan lebih banyak dengan waktu yang sama atau waktu yang lebih singkat. Produk kita adalah sarana untuk mendapatkan hasil atau pendapatan uang dari kita. Dalam kita bekerja, baik sebagai karyawan atau pengusaha, semakin kita produktif akan semakin mendapatkan hasil yang lebih banyak. Seorang tukang yang rajin akan cepat menyelesaikan pembangunan rumah. Apabila disertai dengan kualitas yang bagus, maka akan datang order berikutnya. Pengusaha yang produktif akan menghasilkan barang produksi yang semakin banyak sehingga apabila semua terjual, keuntungan akan bertambah. Jika uang untuk produksi adalah uang investor, maka kita akan mempercepat kembalinya modal dari investor dan keuntungannya. Selanjutnya investor akan percaya untuk menanamkan uangnya buat usaha kita. Bagaimana kita bisa mencapai produktifitas yang tinggi? Pertama adalah kemampuan /skill /kompetensi. Masa muda adalah masa dimana kita bisa mengasah kemampuan kita. Kita bisa mulai dengan berlatih menggambar, membuat kerajinan, dan semua ketrampilan motorik kasar dan halus. Dengan skill, maka kita akan mampu mengerjakan tugas-tugas ataupun ide-ide agar menjadi nyata, tidak sebatas angan-angan. Kedua adalah motivasi, jelas disini motivasinya adalah medapatkan uang dengan cara yang tidak instant. Kita mendapatkan modal dari investor, uang kita jalankan sesuai bisnis model yang disepakati. Kita mendapatkan "amanah" untuk melaksanakan proses bisnisnya. Dari proses bisnis itu kita mendapatkan uang. Hasilnya kita bagi untuk kita dan investor. Ingat rumus awal...investor memerlukan KOMITMEN dan KEUNTUNGAN. 

Selasa, 31 Juli 2012

KREATIF


Kreatif (creative) mempunyai akar kata create yang berarti membuat (menciptakan,mengarang,menemukan). Orang yang mempunyi sifat-sifat seperti ini disebut mempunyai sifat kreatif. Dunia bisa secanggih seperti sekarang ini karena ada orang-orang yang kreatif. Pendahulu kita menemukan listrik, menemukan radio, membuat mobil, pesawat dan sebagainya. Dan saat ini, orang yang paling dibutuhkan adalah mereka yang bisa menciptakan solusi. Masyarakat Purworejo harus mengarah kesana, kita harus mengajari generasi muda untuk memiiliki sifat-sifat ini. Kita minta kepada pendidik untuk mencari nara sumber bagaimana mengarahkan anak didik kita dan masyarakat kita untuk bersifat kreatif. 

Dari beberapa sumber disebutkan bahwa, sikap kreatif dilatih dengan mengoptimalkan otak kanan. Sebenarnya kita hanya cukup lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita, di radio, setiap hari kita mendengarkan puluhan lagu baru diperdengarkan. Mari kita mendukung musisi-musisi se purworejo untuk mengarang lagu, menyanyikan dan direkam dengan alat perekam yang sekarang mudah didapatkan. Jika minimal se kabupaten purworejo ada sepuluh group dan setiap hari mencipta satu lagu, maka dalam sebulan akan tercipta 300 lagu. Dari 300 lagu pasti ada sekitar 5 sampai 10 lagu yang enak didengar. Hal tersebut berlaku juga untuk bidang-bidang lain. 

Dari contoh di atas, berarti kita perlu memfasilitasi tempat-tempat belajar musik, sanggar-sanggar, sekolah-sekolah memberikan ekstra kurikuler musik. Dengan adanya wabah musik, pengrajin- pengrajin alat musik akan menggeliat, dan di bagian lain ada yang berperan untuk menghubungi label-label rekaman. Atau ada yang berinisiatif membuat label musik di Purworejo ...why not. Berawal dari hal simple, akan menghasilkan yang incredible. Masih sangat banyak hal-hal kreatif yang dapat digali tetapi dengan catatan bahwa hal tersebut tidak dilaksanakan secara parsial melainkan harus terinterasi, terkoordinasi. Di sinilah peran Pemerintah daerah atau LSM yang concern dalam pemasalahan ini.   


SEKALI LAGI..KARAKTER...


"Saiki jaman edan, yen ora edan ora keduman", istilah ini sering kita dengar, tetapi jangan sekali-kali untuk diamalkan. Apakah dalam merekrut tenaga kerja kita mau merekrut "edan"? Apakah kita mau berbisnis dengan orang "edan"? Kalau kita berbisnis tentu ingin berhubungan dengan orang yang berkomitmen, mengerjakan pesanan dengan tepat waktu, membayar tagihan kita tepat waktu. Untuk mendukung produksi , kita memerlukan karyawan-karyawan yang ulet, pekerja keras, tidak suka mengeluh, tangguh dan bertanggung jawab. Pada saat kondisi pasar lesu, banyak kesulitan, kita memerlukan manajer-manajer yang kreatif, mencoba peluang-peluang baru yang akan membantu menyelamatkan usaha.

Karakter akan terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan sehari-hari. Saatnya kita melakukan aktifitas yang mendorong kepada kebiasaan KOMITMEN, KREATIF dan PRODUKTIF. Kita mulai dengan selalu memikirkan hal-hal positif, menyatukan pikiran , perkataan dan perbuatan. Berpikir positip akan menghasilkan perkataan positif, perbuatan positif, sikap positif, kebiasaan positif dan akan menjadi karakter yang positif. Memang dalam kehidupan sehari-hari, sering kita tergoda dengan perilaku orang tidak positif, tetapi bisa mendapatkan gaya hidup yang tinggi, berkecukupan, tetapi biasanya hal itu adalah kamuflase dan tidak langgeng. Silakan mengamati lingkungan sekitar, mereka yang berkecukupan biasanya mempunyai karakter yang bagus. 

Masyarakat Purworejo harus selalu melestarikan watak komitmen ini dan dikembangkan watak Kreatif dan Produktif.

 

Minggu, 29 Juli 2012

KEMANA UANG MENGALIR ?

Mohon maaf ..saya tidak bermaksud mata duitan, tetapi membangun Purworejo memerlukan financial baik dari pemerintah maupun swasta. Terus apa kaitannya dengan karakter? Perlu diketahui bahwa uang yang beredar di Indonesia, sekitar 70 persennya berada di Jakarta....jadi yang 30 persen terbagi ke seluruh wilayah Indonesia yang berjumlah 32 provinsi. Bagaimana agar uang dari Jakarta mengalir ke Purworejo? Pemilik-pemilik uang tersebut dalam mengeluarkan uangnya mempunyai dua prinsip, yaitu KOMITMEN dan KEUNTUNGAN. Tidak peduli bidang apapun, dua hal tadi sangat vital. Saat ini uang tersebut banyak digelontorkan ke bidang oil dan gas, batu bara, properti, telekomunikasi, kelapa sawit, bisnis retail dll.
 
Generasi Muda Purworejo dan seluruh masyarakat bisa belajar dari karakter yang pertama, yaitu Komitmen, dimana di dalamnya terdapat kejujuran, kedisiplinan, konsistensi, tanggung jawab, bisa dipercaya. Adalah tugas yang berat bagi pendidik dan orang tua untuk menjalankan sikap ini dan mengajarkannya kepada murid atau anaknya. Yang kedua, keuntungan didapat dari bisnis, jika Purworejo tidak punya minyak, batubara, kelapa sawit, kita bisa mengandalkan bisnis berbasis Kreatifitas dan Produktifitas. Karakter yang diperlukan adalah Kreatif dan Produktif. Kreatif yaitu menemukan,menggabungkan,mengarang sesuatu sehingga yang sebelumnya belum ada menjadi ada. Contoh. Mark Zukerberg membuat situs pertemanan facebook, sehingga sekarang facebook dipakai oleh seluruh dunia. Produktif yaitu memberi nilai tambah dari suatu benda. Contoh, satu kilogram besi dengan proses produksi menjadi sekrup pesawat terbang akan meningkatkan harga berlipat-lipat.Cara berlatih kreatif dan Produktif adalah mengutamakan penggunaan otak kanan seperti menggambar, bermusik dan lain-lain.   

Sabtu, 28 Juli 2012

PURWOREJO MAJU? SEPERTI APA?

Yang bagus diteruskan, yang kurang diperbaiki. Itu harus dijadikan pedoman utama, jangan karena ingin punya status "maju" semua dirubah. Ada yang bilang bahwa orang-orang Purworejo mempunyai ciri yaitu sikap PERWIRA, hal ini berarti lingkungan budaya masyarakat diajarkan sikap-sikap tersebut. Saat ini yang menonjol adalah banyak pemimpin-pemimpin di lingkungan Institusi, Perusahaan Besar dan Militer, ini adalah hasil positif yang harus dipertahankan.Kita harus sepakat bahwa Purworejo maju harus mengentaskan masyarakat miskin. Kemajuan yang membabi buta hanya akan menciptakn jurang kesenjangan yang dalam antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Sedangkan modal untuk mencapai kemajuan adalah KREATIFITAS dan PRODUKTIFITAS. Human Capital masyarakat Purworejo harus mempertahankan PERWIRA dan mengembangkan sikap KREATIF dan PRODUKTIF. Purworejo Maju adalah kota yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap serta menjadi MAGNET bagi masyarakat dari daerah lain untuk datang ke Purworejo. Mari kita mulai dari pengembangan karakter.